Showing posts with label Konsumen. Show all posts
Showing posts with label Konsumen. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Essai

1.       Sebutkan perilaku konsumen yang irasional?
2.       Perilaku konsumen yang rasional itu seperyio apakah?
3.       Dalam kasus konsumen, Keranjang pasar seperti apa yang diinginkan oleh konsumen!

Jawabannya;
1.   tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
prestise atau gengsi
2.   barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
mutu barang terjamin;
harga sesuai dengan kemampuan konsumen.
                3.   Kebanyakan konsumen akan memilih keranjang pasar yang lebih menguntungkan bagi dirinya atau seberuntung mungkin.

PG

  1. Apa itu keranjang pasar?
a.       Daftar Item Komoditi
b.      Daftar belanja
c.       Daftar nama orang
d.      Daftar penjual
 (jawabannya A. Daftar Item Komoditi)

2.      Kebutuhan menurut intensitasnya (tingkat kepentingannya) Menurut intensitasnya, kebutuhan dibagi menjadi tiga, yaitu? kecuali
a.       Primer
b.      Sekunder
c.       Pribadi
d.      Tersier
(jawaban c. Pribadi)

3.      Konsumen dapat dikatakan Rasional jika? Kecuali
a.    barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
b.   barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
c.    mutu barang terjamin;
d.   jawaban a, b, c salah
(jawaban d. jawaban a, b, c salah)

Sunday, April 7, 2013

Part2 - Preferensi Konsumen dan Keranjang Pasar

Preferensi Konsumen
Dengan begitu banyak jumlah barang dan jasa yang disediakan oleh ekonomi industri untuk dibeli dan selera individual yang berbeda-beda, bagaimana kita dapat menggambarkan preferensi konsumen secara logis? Mari kita mulai dengan memikirkan bagai mana seorang konsumen dapat membandingkan kelompok-kelompok item yang berbeda dibeli. Akankah satu kelompok item lebih disukai dari pada kelompok item yang lain? Atau akankah konsumen tidak peduli antara kedua pilihan kelompok tersebut.

Keranjang Pasar
Kita menggunakan istilah keranjang pasar (market basket) untuk sekelompok item tertentu. Secara spesifik, kerajang pasar adalah sebuah daftar dari salah satu lebih komoditi dengan jumlah tertentu. Keranjang pasar dapat berisikan beragam item pangan dalam sebuah kereta dorong. Dapat pula berarti jumlah pangan, sandang dan papan yang dibeli konsumen setiap bulannya. Banyak ahli ekonomi yang juga menggunakan kata bendel (bundle) untuk arti yang sama dengan keranjang pasar.
Bagaimana konsumen memilih keranjang pasar? Misalnya, bagaimana mereka memutuskan berapa banyak pangan versus sandang yang dibeli setiap bulannya? Meskipun pilihan konsumen mungkin kadang-kadang sewenang-wenang,  Seperti yang akan segera kita lihat, konsumen biasanya memilih keranjang pasar yang membuat mereka seberuntung mungkin.



Tabel 3.1 Keranjang Pasar Alternatif
    Keranjang                           Unit Makan                           Unit Sandang
           A                                          20                                           30
           B                                          10                                           50
           D                                          40                                           20
           E                                          30                                           40
           G                                          10                                           20
           H                                          10                                           40
Catatan: Kita akan menghindari pemakaian huruf C (Clothing) dan F (Food) untuk menyatakan keranjang pasar, agar keranjang pasar tidak tertukar dengan jumlah unit sandang dan pangan

Tabel 3.1 menunjukkan beberapa keranjang pasar yang berisikan berbagai jumlah pangan dan sandang yang dibeli setiap bulan. Jumlah item pangan dapat diukur dengan cara menghitung jumlah apa saja: dari jumlah total wadahnya (konteiner), dari jumlah kemasan masng-masing item (misalnya: susu, daging, dll), atau dari jumlah pon atau gram. Begitu juga sandang dapat dihitung sebagai jumlah total potongan, sebagai juga potongan dari masing-masing jenis sandang, dan sebagai berat total atau volume. Karena metode pengukuran itu sangat tidak menentukan, kita akan menjelaskan item dalam keranjang pasar tersebut secara sederhana dalam pengertian jumlah total unit dari masing-masing komoditi. Keranjang pasar A, misalnya terdiri dari 20 unit pangan dari 30 unit sandang: keranjang B 10 unit pangan dan 50 unit sandang dan seterusnya.
Untuk menjelaskan teori perilaku konsumen, kita akan menanyakan apakah konsumen lebih suka suatu keranjang pasar dari pada keranjang yang lain. Perhatikan bahwa teori tersebut berasumsi bahwa preferensi konsumen masuk akal dan konsisten kami akan menjelaskan apa maksut dari asumsi-asumsi ini pada sub-bagian berikut.

Part1 - Apa yang dilakukan Konsumen?


Sebelum mulai pembahasan, kita harus jelas terlebih dahulu tentang asumsi yang dipakai pada perilaku konsumen, dan apakan asumsi-asumsi tersebut cukup realistis sulit untuk memperdebatkan anggapan bahwa konsumen memiliki preverensi (kesukaan) atas sejumlah barang dan jasa yang tersedia untuk mereka dan bahwa mereka dibatasi dengan anggaran keuangan yang memaksa mereka untuk menetukan pilihan mana yang dapat dibeli. Tapi, kita mungkin akan sependapat dengan argumentasi bahwa konsumen akan memutuskan kombinasi barang dan jasa yang mana, yang dibeli untuk memaksimalkan tingkat kepuasan mereka. Apakah para konsumen bertindak rasional dan berpengetahuan seperti yang diharapkan oleh para ekonomi?
Kita tahu bahwa konsumen tidak selalu melakukan keputusan pembelian secara rasional. Sebagai contoh, kadang-kadang konsumen membeli sesuatu dengan tiba-tiba, merupakan atau tidak memperhitungkan keterbatasan anggaran keuangan yang mereka miliki (dan akibatnya berhutang), dan kadang-kadang konsumen tidak yakin atas preferensi mereka atau dipengaruhi dengan apa yang telah dibeli oleh teman atau tetangga, atau bahkan perubahan suasana hati mereka sendiri. Dan bahwa bila konsumen bertindak secara rasional, yang mungkin tidak dapat selalu dilakukan konsumen untuk memperhitungkan banyak harga dan pilihan yang mereka hadapi setiap hari.
Para ekonimi sedang mengembangkan model perilaku konsumen yang menggabungkan asumsi-asumsi yang lebih realistis cepet tentang rasionalitas dan pengambilan keputusan. Bidang penelitian ini yang disebut dengan ekonomi perilaku (behavioral economics) yang banyak diambil dari temuan-temuan dibidang psikologi dan ilmu lainnya yang terkait. Kita akan membahas beberapa hasil utama dari ekonomi perilaku pada Bab 5. Pada poin ini , kami ingin menegaskan bahwa model dasar dari perilaku konsumen adalah menggunakan asumsi-asumsi yang disederhanakan. Namun, kami juga menggaris bawahi bahwa model ini sangat sukses dalam member penjelasan atas apa yang sesungguhnya kita pelajari tentang pilihan dan karakteristik permintaan konsumen. Untuk itu, model ini merupakan bahan utama (“workhose”) bagi ilmu ekonomi. Model ini juga digunakan dilingkup yang lebih luas, tidak hanya dibidang ekonomi, tapi juga bidang keuangan dan pemasaran.